Headlines

Deppora Senkom Naungi Kegiatan Komunitas Motor

Posted by senkom diy | | Posted in

Senkom.or.id | Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri melalui Departemen Pemuda dan Olahraga (Deppora) memberikan apresiasi atas kreatifitas para remaja dan pemuda yang memiliki hobi otomotif. Melalui departemen kepemudaan ini berbagai komunitas sepeda motor diakomodir dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi para anggota komunitas maupun bagi masyarakat luas.

"Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berekspresi, tinggal bagaimana kita mengarahkan ke kegiatan-kegiatan positif, supaya mereka tidak terjebak pada pergaulan bebas yang menjerumuskan," ujar Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H. Muhammad Sirot, S.H, S.I.P.

Diantara kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan antara lain sosialisasi undang-undang lalu lintas supaya para pemuda yang tergabung dalam komunitas,imemahami dan sadar akan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas). Kegiatan-kegiatan positif itu dikelola dalam sebuah kegiatanbernama Journey Riders Indonesia atau disingkat JRI.

"Journey Riders Indonesia merupakan kegiatan, kegiatan journey atau jalan-jalan, yang diperuntukkan bagi para penghobi sepeda motor baik perorangan maupun komunitas, jadi JRI ini bisa sekaligus menjadi tempat kumpulnya berbagai komunitas untuk melakukan kegiatan bersama," terang Arif Hidayat, Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga Senkom Mitra Polri.

Lebih lanjut Arif mengungkapkan, selain sosialisasi peraturan lalulintas untuk menjadikan para riders sebagai pelopor keselamatan berlalulintas, mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan lain seperti distribusi logistik saat terjadi bencana, distribusi hewan qurban saat hari raya qurban, penanaman mangrove, bakti sosial di tempat-tempat yang dijadikan persinggahan saat jalan-jalan bersama, dan berbagai kegiatan positif lainnya.

"Ini yang membedakan JRI dengan komunitas lain yang mungkin, maaf, kadang terkesan sangar dan suka menguasai jalanan saat berkendara. Sebagai kegiatan komunitas dalam binaan Senkom Mitra Polri, JRI kita jadikan sebagai kegiatan yang menampung mereka yang mau berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama," terang Arif.

Apakah peserta kegiatan Journey harus anggota Senkom? "Tidak. Senkom dalam posisi melakukan pembinaan bersama stakeholder lainnya, sehingga dalam setiap kegiatan, selain harus dilaporkan rencana kegiatannya sebelum dilaksanakan, juga harus didampingi oleh pengurus Senkom dalam hal ini departemen kepemudaan di pusat, dan biro-biro kepemudaan untuk kegiatan-kegiatan di daerah," tandas Arif.

[R10]

Senkom Dukung Kemenkominfo Perjuangkan 10 Kepentingan Nasional Di WRC

Posted by senkom diy | | Posted in ,

Senkom.or.id | Jenewa - "Indonesia  perlu memperjuangkan penambahan pita frekuensi amatir sekunder di HF dalam Konferensi Komunikasi Radio Sedunia atau World Radiocommunication Conference yang sedang berlangsung di Jenewa. Karena pita amatir di HF dapat digunakan untuk keperluan penanggulangan bencana yang sering terjadi di Indonesia," terang Lukman A. Fattah, Ketua Bidang Telematika Senkom Mitra Polri.

Menurut Lukman, kebutuhan akan penambahan pita frekuensi amatir sekunder di HF dirasakan betul oleh Senkom Mitra Polri yang memiliki klaster bencana, Senkom Rescue.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 2-27 November 2015, ini dilaksanakan Konferensi Komunikasi Radio Sedunia (World Radiocommunication Conference/ WRC) di Jenewa. Konferensi ini dilaksanakan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan bertujuan untuk membahas perencanaan spektrum frekuensi radio di masa depan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi di masa depan. 

Konferensi ini dilaksanakan setiap 4 tahun. Hasil dari konferensi ini akan digunakan oleh setiap negara untuk merencanakan penggunaan frekuensinya yang penggunaannya terkait dengan berbagai sektor kehidupan seperti untuk pertahanan keamanan, penerbangan, maritim, penyiaran, seluler, amatir, meteorology, lingkungan hidup, pemantauan perubahan lingkungan, standar waktu dan lain-lain.

Pada pertemuan ini delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan dari Kemkominfo, Kemlu, Kemhub, Kemhan, operator satelit, operator telekomunikasi, dan asosiasi penyiaran. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen SDPPI, Dr. Muhammad Budi Setiawan bergantian dengan Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI, Dr. Titon Dutono.

Delegasi Indonesia membawa misi penting terkait dengan kepentingan nasional dalam penggunaan spektrum frekuensi radio. 

Untuk memperjuangkan kepentingan nasional, Indonesia mempersiapkan beberapa proposal yang diajukan sendiri oleh Indonesia atau diajukan bersama dengan negara lain dalam bentuk joint proposal beberapa negara ataupun proposal bersama dari negara-negara Region 3. 

Kepentingan nasional yang diperjuangkan delegasi Indonesia dalam pertemuan ini adalah :

1. Penambahan pita frekuensi untuk kebutuhan mobile broadband

Sesuai dengan amanat RPJMN, Kemkominfo ditugaskan untuk menambah spektrum frekuensi untuk kebutuhan mobile broadband. Dalam pertemuan ini, Indonesia mendukung dan memperjuangkan penambahan pita IMT (mobile broadband) pada pita-pita frekuensi tertentu yang sesuai dengan kondisi nasional sehingga pita IMT baru diharapkan tidak menggangu layanan eksisting yang masih ada di Indonesia seperti frekuensi untuk siaran, satelit, penerbangan dan maritim.

Pita frekuensi yang didukung Indonesia yaitu pada pita L-band (1427-1518 MHz) dan pita 700 MHz (698-790MHz).

2. Melindungi pita satelit C-band dari identifikasi IMT

Pita frekuensi satelit C band merupakan frekuensi yang sangat strategis bagi Indonesia karena digunakan untuk komunikasi satelit. Banyak daerah di Indonesia khsusunya di Indoensia timur yang belum terjangkau oleh komunikasi terrestrial (optik) sehingga sangat bergantung pada komunikasi satelit. Sementara itu, negara-negara Eropa, Korea dan Jepang yang telah maju sistem komunikasi terestrialnya (kabel optik) menginginkan agar pita frekuensi satelit C-band digunakan untuk kebutuhan IMT. Perubahan pita C band untuk IMT akan merugikan kepentingan Indonesia. Oleh karena itu dalam konferensi ini, Indonesia memperjuangkan agar pita satelit tidak digunakan untuk layanan IMT.

3. Melindungi pita penyiaran UHF dari identifikasi IMT

Pita frekuensi siaran 470-698 MHz di Indonesia digunakan untuk layanan siaran televisi. Dalam pertemuan ini beberapa negara dimotori oleh Amerika Serikat mengingingkan agar pita ini dapat juga digunakan untuk layanan pita lebar IMT. Mengingat layanan televisi siaran di Indonesia masih sangat bergantung pada frekuensi UHF, maka Indonesia berkepentingan agar hasil konferensi tidak memutuskan pita UHF digunakan untuk IMT.

4. Melindungin pita penerbangan dan maritime dari identifikasi IMT

Indonesia berkepentingan agar beberapa pita penerbangan dan pita frekuensi maritim yang digunakan di Indonesia tidak digunakan untuk IMT sehingga tidak terjadi gangguan pada layanan penerbangan dan maritim.

5. Memperjuangkan penambahan pita satelit Ku band untuk uplink

Sebagai negara yang masih tergantung pada sistem komunikasi satelit, Indonesia perlu mendukung penambahan pita frekuensi satelit agar layanan satelit di Indonesia dapat semakin baik. Dalam hal ini Indonesia akan memperjuangkan adanya penambahan pita baru untuk satelit di pita Ku band.

6. Memperjuangkan adanya regulasi satelit baru jika terjadi kegagalan peluncuran satelit

Saat ini belum ada regulasi yang dapat mendukung Indoneia jika terjadi kegagalan peluncuran satelit. Sementara itu tahun 2016 Indonesia akan meluncurkan 2 satelit yaitu satelit BRISat dan Satelit Telkom 3S. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kondisi yang merugikan Indonesia jika terjadi resiko kegagalan peluncuran, pada konferensi ini Indonesia mengusulkan suatu regulasi baru yang akan mengakomodir kepentingan Indonesia jika terjadi resiko kegagalan peluncuran satelit.

7. Mendukung alokasi frekuensi untuk keperluan global flight tracking pada penerbangan sipil

Dalam persidangan ini, Indonesia mendukung adanya frekuensi yang khusus digunakan untuk keperluan pengamatan penerbangan mengingat monitoring penerbangan merupakan bagian dari keselamatan penerbangan. Tetapi pita frekuensi yang akan dialokasikan haruslah tidak boleh mengganggu layanan lain yang telah berkembang di Indonesia. Dalam hal ini Indonesia mendukung agar pita frekuensi yang akan digunakan untuk GFT adalah pita frekuensi yang telah disediakan untuk layanan penerbangan.

8. Memperjuangkan peningkatan sistem komunikasi maritime menggunakan AIS

Sebagai negara maritim, komunikasi maritim sangat dibutuhkan untuk keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, Indonesia memiliki kepentingan agar ITU melalui konferensi ini dapat memperbaiki sistem komunikasi pelayaran yang menggunakan AIS mengingat sistem yang ada saat ini masih memiliki kelemahan.

9. Memperjuangkan harmonisasi frekuensi dan perbaikan regulasi internasional untuk penggunaan frekuensi untuk keperluan emergensi dan penanggulangan bencana.

Sistem komunikasi radio sangat vital pada saat terjadi bencana untuk pertolongan dan penanggulangan bencana. Oleh karena itu dalam konferensi ini Indonesia mendukung agar terjadi harmonisasi dalam penggunaan frekuensi untuk keperluan emergensi dan penanggulangan bencana. Pita frekuensi yang akan diharmonisasikan ini diharapkan tidak mengganggu pita-pita yang telah digunakan di Indonesia.

10. Memperjuangkan penambahan pita frekuensi amatir sekunder di HF

Pita amatir di HF dapat digunakan untuk keperluan penanggulangan bencana yang sering terjadi di Indonesia.

Mengingat bahwa dalam konferensi ini banyak benturan kepentingan yang terjadi diantara berbagai negara mengingat kepentingan yang berbeda setiap negara maka delegasi Indonesia harus berjuang agar hasil keputusan konferensi radiokomunikasi sedunia (WRC) tahun 2015 ini dapat sejalan dengan kepentingan nasional sehingga tidak merugikan Indonesia. Perjuangan akan dilakukan baik melalui upaya sendiri maupun menggalang dukungan dengan negara lain yang memiliki kepentingan yang sama.

"Mari kita berharap dan berdoa agar upaya yang diperjuangkan melalui proposal delegasi Indonesia dapat diakomodir oleh konferensi ini, mengingat pentingnya komunikasi dalam berbagai hal seperti pertahanan, kamtibmas dan kebencanaan. Kami dari Senkom Mitra Polri yang setiap hari melakukan kegiatan laporan situasi nasional kamtibmas, kebencanaan dan pertahanan dengan berbagai perangkat analog dan digital, merasa berkepentingan untuk terus mendukung apa yang sedang diperjuangkan dalam konferensi ini," ujar Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H. Muhammad Sirot, S.H, S.I.P.

Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri berdiri pada 1 Januari 2004 dengan klaster utama bidang komunikasi Kamtibmas. pada akhir tahun itu juga dihadapkan pada kenyataan terjadinya tsunami Aceh. Senkom Mitra Polri sebagai potensi masyarakat dalam penanggulangan bencana mengerahkan anggota untuk melakukan evakuasi dan menggalang solidaritas, serta menjadikan 1 Januari 2005 sebagai tonggak berdirinya Senkom Rescue, klaster yang membidangi kebencanaan. Seiring berjalannya waktu dan dinamika organisasi, pada Hari Bela Negara tahun 2014 dikukuhkan Senkom Bela Negara yang membidangi pertahanan dan keamanan nasional. 

[MP/R10]

Menanggulangi Radikalisme Perlu Sinergi Semua Pihak

Posted by senkom diy | | Posted in ,

SLEMAN  Polda DIY menggelar acara Lokakarya dengan tema “Mewujudkan Sinergitas bersama untuk menanggulangi radikalisme di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta” , Rabu (18/11/2015) Dalam acara yang digelar di Graha Sarina Vidi Jalan Magelang Km 8 itu, hadir beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, perguruan tinggi, dan instansi di DIY.
Kapolda DIY  Brigjen Pol Erwin Triwanto dalam sambutannya yang disampaikan Wakapolda DIY Kombes Pol Drs. Abdul Hasyim Gani, M.Si, menyebutkan, faham radikalisme sangat bertentangan dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab dengan alasan jihad, menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan. “Karena itu, untuk mencegah faham radikalisme, perlu membentengi dan memperkuat Pancasila UUD 45, NKRI, wawasan kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya. Guna mensosialisasikan semangat antiradikalisme, perlu sinergi antara pemerintah, ulama dan akademisi.
Wakapolda DIY didampingi Dirbinmas Polda DIY, Kombes. Pol.  Drs. Cahyo Budi Siswanto, MH. sekaligus membuka acara tersebut.
 .
Hadir sebagai pemateri Pertama adalah
Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag. Kepala Kantor Wilayah Kemenag
Daerah Istimewa Yoyakarta, Dalam materi beliau berjudul   Penanggulangan radikalisme di  Daerah Istimewa Yogyakrta (sinergi lintas sektor)  dan sebagai moderator Kasubdit Satpam Polsus AKBP Ahmad Hanafi, S.Ag. Materi kedua oleh Prof. Noorhaidi Hasan MA., MPhil., PhDDirektur Pascasarjana ,UIN Sunan Kalijaga dengan materi ‘’Memahami Radikalisme Keagamaan dan Upaya Penanggulangannya Melalui Penyemaian Islam Rahmatan lil ‘Alamin’’
Acara berlangsung dengan baik mulai pukul 09.00 diakhiri 12.00 karena antusiasnya para peserta yang bertanya kepada narasumber. Harapan peserta dilain waktu hendaknya panitia memberikan waktu yang cukup untuk berdiskusi dan tanya jawab.

Dalam Lokakarya tersebut hadir dari Senkom Mitra Polri DIY , wakil ketua  Budi Hartono,Skom dan Minggir Saryanta dari Biro Pendidikan dan latihan Senkom Mitra Polri DIY. (5A)

Senkom Kirim Kader Bela Negara Multi Profesi

Posted by senkom diy | | Posted in ,

Senkom.or.id | Jakarta - Senkom Mitra Polri sebagai organisasi dengan anggota dari berbagai  latar belakang profesi menjadi strategis dalam peran sertanya mengirim peserta TOT atau kader Bela Negara. Karena dengan demikian, peserta yang dikirim mengikuti program Bela Negara terdiri dari beragam profesi, baik yang bekerja di sektor swasta, pegawai pemerintah, hingga wiraswasta dan rohaniwan. 

"Kami dari pimpinan pusat mengeluarkan kebijakan bahwa dalam setiap pengiriman regu peserta bela negara harus memenuhi berbagai latar belakang profesi, supaya setelah mengikuti program, mereka dapat menyampaikan kembali kepada lingkungan dimana peserta itu berasal," terang H.Muhamad Sirot, S.H, S.I.P selaku Ketua Umum Senkom Mitra Polri.

Dicontohkan, dengan dikirim peserta berprofesi guru, maka secara otomatis ia akan menyampaikan materi-materi yang disampaikan ketika ia mengajar ataupun membuat program bela negara yang dikemas untuk anak didiknya di sekolah. Demikian halnya dengan dikirim peserta berlatar belakang santri, diharapkan dapat menyampaikan kembali kepada kalangan pesantren dengan bahasa yang akrab dan bisa dipahami bagi kalangan pesantren, sehingga muncul kader-kader bela negara yang juga relijius. "Sekaligus pada saat kegiatan peserta berlatar belakang santri ini dapat diberi peran untuk menjadi juru doa atau menjadi imam sholat bagi yang beragama islam," ujar Sirot.

Pada akhir bulan ini Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri juga sedang mengadakan rapat kerja dalam rangka menyusun program kerja tahun 2016. "Bagi Senkom materi Bela Negara selalu dilekatkan dalam setiap diklat baik yang dilaksanakan di Pusdiklat maupun dalam kegiatan-kegiatan di daerah masing-masing di seluruh Indonesia," lanjutnya, "karena itu dalam rapat ini dibahas kelanjutan dari TOT Bela Negara supaya dapat dilakukan secara terencana dan dilaksakan secara nasional bagi seluruh anggota senkom, maupun masyarakat luas."

Senkom Mitra Polri dalam perkembangannya sejak berdiri tahun 2004, telah memperluas perannya dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan dalam rangka membantu suksesnya program pemerintah dan membantu masyarakat. Dengan tiga klaster yaitu Kamtibmas dengan menjadi Senkom Mitra Polri, kemudian Klaster Kebencanaan dengan memiliki tim Rescue, serta klaster Bela Negara, Senkom telah membuktikan eksistensinya dan mendapat kepercayaan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta, dan masyarakat luas.

Sirot juga menjelaskan bahwa selama ini berbagai peran Senkom dilakukan secara mandiri dan butuh bantuan pihak lain, baik dari negara maupun pihak lain yang peduli terhadap kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. "Untuk itu harapan kami supaya kedepan negara bisa membantu kelancaran kegiatan Senkom. Apabila negara bisa nembantu kususnya dalam hal pendanaan maka peran senkom juga akan lebih meningkat dan bisa memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat," ungkap Sirot.

"Karena prinsipnya bagi kami berorganisasi ini untuk membina anggota dan juga memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," tutup Sirot. 

(R10)

Pimpinan Senkom Instruksikan Anggota Bantu Pencarian Aviastar

Posted by senkom diy | | Posted in ,

Senkom.or.id | Jakarta - Pimpinan Pusat Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, melalui telegram menginstruksikan agar anggota Senkom turut aktif dalam pencarian pesawat jenis De Havilland DHC-6 Twin Otter milik Aviastar yang hilang kontak dalam penerbangannya dari Masamba menuju Makassar.

"Kepada para anggota diinstruksikan untuk aktif ikut pencarian, terutama yang di sekitar titik perkiraan hilangnya kontak pesawat, yang diperkirakan di tiga titik," kata Muhamad Sirot, Ketua Umum Senkom Mitra Polri.

Bagi Senkom Mitra Polri, AviaStar menjadi bagian dari perjalanan sejarah organisasi. Sejumlah titik yang sulit dijangkau dapat dicapai oleh Senkom ketika melakukan kegiatan latihan maupun acara-acara organisasi, serta penyaluran bantuan sosial di daerah terdampak bencana.  

Pesawat De Havilland DHC-6 Twin Otter milik AviaStar hilang kontak saat berada dalam area 14 Nautical Mile. Sehingga, tiga titik yang dicari diantaranya, titik pertama adalah 14 Nautical Mile From Masamba, titik kedua 24 Nautical Mile From Masamba, dan titik ketiga di 34 Nautical Mile From Masamba.

Diketahui bahwa pesawat berangkat pada hari Jumat (2/10) dari Masamba pukul 14.29 WITA. Dan seharusnya pesawat diestimasikan akan landing di Makassar pada pukul 15.39 WITA.

Informasi yang dapat dihimpun dari ATC Pelabuhan Udara Masamba, bahwa saat tinggal landas cuaca cukup baik, dan komunikasi terakhir dengan pilot saat melapor minta untuk naik ke ketinggian 8000 kaki.

Banyak pihak berharap pesawat dan seluruh kru dan penumpang selamat dan hanya terjadi kendala masalah komunikasi, sehingga bisa saja pesawat mendarat darurat di lokasi aman. Semoga.

[R10]

MPR RI Harapkan Senkom Sosialisasikan 4 Pilar Hingga Pedesaan

Posted by senkom diy | | Posted in


Senkom.or.id | Depok - "Kami berharap anggota senkom yang tersebar hingga desa-desa ikut membantu mensosialisasikan 4 pilar kepada masyarakat," ucap Anggota DPR RI Komisi II H. Sirmadji Tjondropragolo, M.Pd., didepan 200 peserta sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Pusdiklat Senkom Mitra Polri, Sabtu (22/8/2015).

Keberadaan pilar kebangsaan yang menjadi program MPR RI tidak mereduksi kedudukan Pancasila sebagai dasar/ideologi negara, istilah “pilar” dalam empat pilar kebangsaan dimaknai sebagai hal pokok, mendasar, dan esensial yang memiliki sifat dinamis. Sama sekali tidak menyamakan kedudukan Pancasila dengan pilar-pilar lain, apalagi mereduksi kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang dijamin dalam Pembukaan UUD 1945. 

4 (empat) pilar sebagai hal sangat mendasar dan esensial kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak digeneralisir memiliki kesamaan kedudukan, tetapi eksplisit sesuai dengan kedudukannya masing-masing yaitu Pancasila sebagai dasar/ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dan semangat pemersatu bangsa. 

Senkom yang mempopulerkan yel-yel NKRI HARGA MATI juga mendapat apresiasi dari Drs. Sirmadji, M.Pd., politisi PDIP asal Trenggalek ini. Terlebih, keragaman anggota Senkom yang terdiri dari berbagai kalangan dinilainya sebagai wujud kebhinnekaan di dalam tubuh Senkom yang harus terus dipelihara persatuannya. "Senkom merupakan ide yang sangat bagus, sangat cemerlang, bahkan anggotanya dari kalangan direktur hingga tukang sayur. ini merupakan wujud dari Bhineka Tunggal Ika," tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi lainnya kepada Senkom yang selama ini terus berkomitmen membantu negara dalam bidang kamtibmas, kebencanaan dan bela negara, pihaknya akan mendorong kepada komisi yang membidangi untuk mensupport lebih banyak lagi agar peran dan fungsi organisasi Senkom dapat lebih dioptimalkan. 

Sementara itu anggota DPR RI Komisi V Drs. Yoseph Umar Hadi, M.PD, M.Si., menyampaikan bahwa Senkom dipandang telah secara baik mengimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan dan amanat Ir. sukarno, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan rasa hormat dengan keberadaan senkom yang ada di setiap kabupaten/kota hingga desa-desa yang anggota dan simpatisannya telah mencapai jutaan orang.

"Negara sangat terbantu dengan adanya Senkom yang secara aktif memberikan informasi Kamtibmas, kebencanan, dan aktif dalam hal bela negara hingga pelosok-pelosok desa," ucap Yoseph. 

Workshop Senkom Mitra Polri DIY

Posted by senkom diy | | Posted in ,

Yogya.senkom.or.id | Yogyakarta - Workshop Senkom Mitra Polri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung Serbaguna Polda DIY,  23 Agustus  2015 dibuka Wakapolda DIY Kombes. Pol. Drs. Imam Sugiyanto, M.Si. dan dihadiri sejumlah pejabat berbagai instansi antara lain Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Pembina Senkom Mitra Polri, Korem 072 Pamungkas, Kepala Badan Kesbanglinmas DIY, Kepala Basarnas Yogyakarta, Pejabat Utama Polda DIY, BNNP DIY dan lain-lain, dengan peserta para ketua beserta sekretaris kota/ kabupaten di seluruh DIY dan pengurus Kecamatan Se DIY sejumlah 200 personil. Materi disampaikan antara lain dari Kesbanglinmas DIY, Dirbinmas Polda DIY, dan dari Korem 072 Pamunkas Yogyakarta  melengkapi workhsop ini yang bertema “Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri, Menuju Organisasi yang Solid, Profesional dan Mandiri” ini. 

Pembukaan Workshop Senkom Mitra Polri DIY

Wakapolda DIY yang membacakan sambutan Kapolda DIY memberi apresiasi atas kegiatan Workshop ini, workshop ini bertujuan selain sebagai sarana komunikasi dan silaturahim juga sebagai wujud eksistensi Senkom Mitra Polri DIY kepada masyarakat luas. Dan diharapakan hasil workshop kali ini akan bepengaruh positif terhadap peserta workshop dan akan memberi manfaat kepada anggota Senkom Mitra Polri DIY, Polda DIY dan Masyarakat . Kapolda DIY sangat apresiasi dengan kinerja Senkom Mitra Polri DIY selama ini yang telah membantu kepolisian secara mandiri, dalam penyampaian informasi kamtibmas.

Wakapolda DIY membacakan Sambutan tertulis Kapolda DIY 
Pemukulan Gong tanda dibukanya Workshop Senkom Mitra Polri DIY


Workshop Ini dbuka secara simbolis oleh Wakapolda DIY dengan Pemukulan Gong dan penyematan tanda peserta oleh Kepala Badan kesbanglinmas DIY serta pemasangan tanda jabatan oleh Ketua Umum Senkom Mitra Polri kepada ketua-ketua Pengurus Kota/Kabupaten. Selain itu sebagai wujud Kemitraan Senkom Mitra Polri DIY dan Polda DIY, Wakapolda DIY memasang Srempang Duta Kamtibmas Kepada Ketua Senkom Mitra Polri DIY.

Peamasangan Srempang Duta Kamtibmas Oleh Wakapolda DIY

Pemasangan tanda Jabatan oleh Ketua Umum Senkom Mitra Polri

Pemasangan tanda peserta oleh Kepala Badan Kesbanglinmas DIY


Menkominfo Gandeng Senkom Apel Kesiapan Jaringan Persiapan Mudik Lebaran 1436H

Posted by senkom diy | | Posted in ,

Senkom.or.id | Dalam rangka mengantisipasi peningkatan trafik telekomunikasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Kementerian Kominfo melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bersama Penyelenggara Telekomunikasi Seluler melakukan Pengecekan (Drive Test dan Stationary Test) Kesiapan Jaringan Bergerak Seluler untuk Mudik Lebaran 2015 pada Rabu (24/6/2015).

Kementerian Kominfo disamping melibatkan seluruh operator seluler, seperti tahun-tahun sebelumnya juga melibatkan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri untuk dukung kelancaran komunikasi dan memperkecil kemungkinan terjadi keterlambatan penanganan jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Jika tahun lalu Senkom Mitra Polri membentuk lebih dari 700 titik siaga, "pada lebaran tahun ini diharapkan dapat mencapai seribu posko atau titik siaga, baik mandiri ataupun bergabung dengan institusi lain," ujar Ketua Umum Senkom Mitra Polri H. Muhamad Sirot, S.H.

Menkominfo Rudiantara berharap dengan semakin lancarnya komunikasi dan semakin baiknya pelayanan informasi akan memberikan manfaat bagi masyarakat agar terhindar dari kecelakaan pada saat mudik lebaran sehingga angka kecelakaan dan korban jiwa bisa semakin menurun.

"Bila tahun-tahun sebelumnya apel kesiapan dua minggu sebelum Lebaran, tahun ini kita percepat, seminggu puasa. Lebih cepat lebih baik," kata Rudiantara.

Drive Test dilakukan untuk memastikan performance jaringan bergerak seluler sesuai yang dipersyaratkan pada Peraturan Menteri Nomor 16 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Jasa Teleponi Dasar pada Jaringan Bergerak Seluler.

Yang diuji pada Drive Test Kesiapan Jaringan Bergerak Seluler Mudik Lebaran 2015 meliputi pengukuran layanan panggilan, SMS, dan layanan data sepanjang rute mudik.

Pengamatan yang dilakukan dalam  Drive Test ini antara lain: Kuat daya pancar dan daya terima handset (coverage), Tingkat kesuksesan akses jaringan voice & SMS (success call) dalam satu operator (on-net) maupun lintas operator (off-net), Tingkat kontinuitas voice & SMS (drop call/not delivered) dalam satu operator (on-net) maupun lintas operator (off-net) serta Kualitas download dan speed layanan internet (data throughput)

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu mengungkapkan untuk layanan data, melakukan unduh file 10 MB dan diulang selama rute perjalanan, dan untuk alat ukur drive test digunakan ponsel, dan layanan panggilan suara, melakukan panggilan selama satu menit dengan jeda sepuluh detik dan diulang selama rute perjalanan. 

Stationary Test dilakukan pada lokasi keramaian seperti Bandara, Stasiun KA, Dermaga dan tempat publik lainnya seperti:
Stationary test di stasiun KA jalur Utara : Gambir (30 sample) – Cirebon (5 sample) –Semarang (5 sample) – Pasar Turi (30 sample);
Stationary test di stasiun KA jalur Selatan : Gubeng (30 sample) – Solo Balapan (5 sample) – Jogja Tugu (5 sample) – Bandung (30 sample);
Stationary test di Bandara/ Pelabuhan/ Terminal : 30 sample

Selain itu, dilakukan juga pengecekan kesiapan layanan lainnya seperti pelayanan pelanggan & call center, distribusi voucher, network operation center (command center).


Rute Drive Test

Jalur Sumatera

Jakarta – Bandar Lampung : 24-25 Juni 2015
Medan & sekitarnya (bandara Kualanamu – kota Medan – pelabuhan Belawan)
Palembang & sekitarnya (bandara – kota Palembang – pelabuhan)

Jalur KA
Jalur lintas Utara (St. Gambir – St. Cirebon – St. Semarang – St. Pasar Turi) : 30 Juni 2015
Jalur lintas Selatan (St. Gubeng – St. Solo Balapan – St. Jogja Tugu – St. Bandung – St. Gambir) : 1-2 Juli 2015

Jalur darat Jawa
Jakarta – Tol Cipali – Brebes : 24 Juni 2015
Semarang – Jogja – Solo
Surabaya – Tol Gempol Pandaan – Malang

Jalur darat Bali
Bandara Ngurah Rai – Tol Mandara – Kuta – Seminyak Dermaga ke Lombok

Jalur darat Makassar
Bandara Hasanuddin – Kota Makassar – Pelabuhan Soekarno


Ketua Pelaksana Seribu Posko Mudik Lebaran Senkom Mitra Polri H. Untung Maulana mengungkapkan lancarnya pelayanan komunikasi dan Informasi akan berdampak baik pada upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. 

Dari evaluasi angkutan lebaran tahun 2013, jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 3.512 kecelakaan dan pada tahun 2014 turun 18.05% menjadi 2.878. Korban meninggal dunia pada tahun 2013 sebanyak 765 jiwa, dan pada tahun 2014 sebanyak 619 jiwa atau turun 19,08 %.

Laporkan kejadian lakalantas di jalur mudik melalui SMS/Whatsapp/Telegram Senkom Information Center 0813-8724-4622 dan lihat tayangan laporan anda di www.senkom.or.id; atau hubungi Call Center Polri di 110.

Ingin berpartisipasi aktif atau sponsorship di seribu posko mudik Senkom? Hubungi humas@senkom.or.id

[R10/MP]

SETING FREKUENSI HT ICOM V 80

Posted by senkom diy | | Posted in

A .MENGGANTI FREKUENSI

1. Tekan tombol [VFO/MR/CALL]
2. Tekan frekuensi yang diinginkan
3. Tekan PTT

B. CARA MEMBUAT/MENYIMPAN MEMORY CHANEL

Tekan [VFO/MR/CALL] beberapa kali sampai masuk ke mode VFO.

Masukkan frekuensi yang diinginkan, bisa pake tombol kipet atau up/down. Masukkan juga data lain yang diperlukan (misal, offset frequency/selisih, duplex -/+, tone squelch,.).
Tekan [FUNC](M), lalu [VFO/MR/CALL]. “MR” dan nomor memory akan berkedip.
Tekan Up/Down untuk memilih nomor memory.
Tekan [FUNC](M), lalu tekan dant ahan VFO/MR/CALL] selama 1 detik untuk menyimpan memory. Akan terdengar suara bip 3 kali.

C. CARA MEMBUAT MENGHAPUS MEMORY CHANEL

Tekan [FUNC](M), lalu tekan [VFO/MR/CALL].
Tekan Up/Down untuk memilih nomor memory yang akan dihapus.
Lakukan proses ini dalam waktu 1.5 detik, jika tidak maka akan kembali ke mode memory tanpa menghapus memory.

Tekan [FUNC](M), lalu tekan VFO/MR/CALL].
Tekan [FUNC](M), lalu tekan dan tahan [VFO/MR/CALL] selama 1 detik.
Isi memory akan terhapus.

D.CARA MERUBAH TAMPILAN DISPLAY FREKUENSI TO CH

1. masuk ke mode set mode dengan cara:
- matikan radio
- tekan dan tahan tombol MONI & MR
- Hidupkan radio
- pilih menu DSP.FR
- ganti dengan DSP.CH
- matikan radio lalu hidupkan kembali

E. CARA MEMBUAT NAMA PADA CHANEL

1.masuk ke SET MODE
- dalam keadaan radio off tekan dan tahan tombol UP&DOWN lalu ON kan radio
- putar DIAL cari DSP.FR / DSP.CH / DSP.NM lalu pilih DSP.NM lalu ENTER
2.tekan tombol VFO/MR untuk masuk ke mode Chanel
3.pilih chanel yang mau di kasih nama
4.tekan tombol Func > SET putar DIAL untuk memilih huruf ,tekan tombol UP untuk menggeser kursor.jika nama sudah terbuat tekan ENTER untuk menakhiri.selesai

F. CARA MEMBUAT FREKUENSI DUPLEX

1. tekan tobol [ func ] lalu tombol [ set ],
2. pilih opsi [±] dengan menekan tombol [▼ / ▲]
3. putar dial untuk menentukan selisih frekuensi dengan frekuensi RX
( 1.00 ,berarti 1 mhz )
4. tekan [enter] mengakhiri
5. dimode VFO ketik frkuensi RX , enter
6. tekan tombol [FUNC] lalu [DUP] ,pilih opsi [ - / +]
7. jika [-] frekuensi RX dikurangi frekuensi selisih = frekuensi TX
8. jika [+]frekuensi RX ditambah frekuensi selisih = frekuensi TX

G. CARA MERUBAH SETELAN SQL ( KEPEKAAN)

1.tekan dan tahan tombol [ moni]
2.tekan tombol [▲] untuk menaikan dan [▼] untuk menurunkan setelan.
3. standart sql biasanya antara 3-5, semakin besar nominalnya semakin tidak peka,jadi cari setelan terbaik sesuai dengan keinginan anda

Selamat dan Sukses Munas III Senkom

Muskab III Senkom Mitra Polri Bantul

Offical_SenkomDIY