Senkom Bantul Bersama Kapolre, Kajari dan relawan Bantul

Hadiri undangan Pemusnahan Narkoba, Sajam dan Miras

Duta kamtibmas Mabes Polri

Senkom Mitra Polri Ditunjuk Sebagai Duta Kamtibmas Mabes Polri

Audiensi dengan Kapolda DIY

Audiensi dan ramah tamah Pengurus Senkom Mitra Polri DIY dengan Kapolda DIY

Senkom Mitra Polri Ikuti Gelar Pasukan

Senkom Mitra Polri Ikuti Gelar Pasukan di alun-alun utara Yogyakarta

Relawan Senkom Mitra Polri

Relawan Senkom Mitra Polri membantu pembersihan Abu Kelud di jalan Malioboro

Upacara 17 an dan Pembinaan anggota Senkom

Sebanyak 30 anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Gunung Kidul menghadiri upacara 17 Maret 2015 di halaman Mapolres Gunung Kidul. Upacara yang merupakn kegitan rutin di Polres dan Pemda Gunungkidul. Senkom menjadi peserta dengna mengirimkan 1 peleton anggota.

Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan pembinaan anggota Senkom Mitra Polri oleh Kasat Binmas Polres Gunung Kidul. "Acara ini sangat bermanfaat bagi anggota Senkom Mitra Polri khususnya di Gunung Kidul ini, serta dapat meningkatkan kemampuan anggota dibidang kamtibmas" ungkap ketua Senkom Mitra Polri Gunung Kidul Ismail.

Narkoba dan sajam dimusnahkan

Beberapa barang bukti tindak kekerasan dan penyalahgunaan nakotika dan zat psikotropika di musnahkan di halaman Mapolres Bantul. Acara yang dihelat pada tanggal 17 Maret 2015 dihadiri oleh Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati, Kapolres Bantul AKB Surawan, S.IK beserta jajarannya, Dandim Bantul dan Kejaksaan Negeri Bantul.

Barang-barang bukti yang merupakan barang bukti tindak kriminal di wilayah Kabupaten Bantul  berupa senjata tajam, minuman keras, ganja dan zat psikotropika lainnya dimusnahkan dihadapan pejabat-pejabat tersebut. 

Tampak beberapa anggota Senkom Bantul yang langsung dipimpin oleh ketua Senkom Mitra Polri Bantul Nur Wahyudi juga menghadiri undangan acara tersebut. 


Mabes Polri Tugaskan Senkom Mitra Polri Jadi Duta Kamtibmas

Senkom.or.id | Jakarta - Workshop nasional Senkom Mitra Polri di Gedung Astagina Bhayangkari Mabes Polri, 11 Maret 2015 dibuka Wakabaharkam Irjen Pol Drs. Ngadino, SH, MM dan dihadiri sejumlah pejabat berbagai instansi antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kemhan, Kominfo, BNPB, TNI AD-AL-AU, BNN, BIN dan lain-lain, dengan peserta para ketua beserta sekretaris provinsi di seluruh Indonesia dan pengurus kabupaten/kota se-Jawa sejumlah 300 personil.


Wakabaharkam Irjen Pol Drs. Ngadino, SH, MM
Materi disampaikan antara lain dari Mabes Polri, Kementerian Pertahanan dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kominfo, BNPB dan BNN melengkapi workhsop ini yang bertema Dengan tema Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri, Menuju Organisasi yang Solid, Profesional dan Mandiri, diharapkan.

H.M. Sirot, S.H, S.I.P, Ketua Umum Senkom Mitra Polri dalam sambutannya, mengharapkan agar para ketua dan sekretaris ini dapat menyampaikan kembali materi yang didapat kepada para jajaran pengurus dan anggota di provinsi, kabupaten dan kota masing-masing.
Wakabaharkam menyampaikan apresiasi atas peran Senkom Mitra Polri yang selama ini telah membantu kepolisian secara mandiri, bahkan tak hanya kepolisian, Senkom juga telah mendukung program-program pemerintah di berbagai bidang termasuk kebencanaan dengan menerjunkan relawan SENKOM RESCUE dalam setiap kejadian bencana.

"Polisi tidak dapat bekerja sendiri, komunitas masyarakat seperti SENKOM sangat membantu kinerja Polri khususnya dan membantu pemerintah secara umum serta masyarakat," kata Wakabaharkam.
Saat ini Senkom Mitra Polri bukan hanya mitra Polri tapi sudah menjadi mitra kita semua, karena sudah membantu berbagai instansi dan kelembagaan, lanjutnya.



Atas peran Senkom MItra Polri yang telah membantu kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia, maka Mabes Polri menugaskan kepada anggota Senkom Mitra Polri menjadi Duta Kamtibmas dengan ditandai penyematan secara simbolis selendang duta kamtibmas oleh Wakabaharkan kepada ketua Provinsi Senkom Mitra Polri.

Dengan semboyan menembus jarak tanpa batas, Senkom Mitra Polri yang concern dalam bidang kamtibmas, menjadi mata dan telinga ditengah masyarakat akan adanya gejala dan kejadian-kejadian gangguan kamtibmas, sehingga dengan kecepatan informasi maka akan terjadi kecepatan tindakan oleh kepolisian sebagai aparat yang berwenang. (yus/mahar)